MedicaLBoX

Kumpulan Artikel Kedokteran

Faktor Penyembuhan Luka


Faktor – Factor yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka

Faktor – faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka

Usia pasien Makin tua pasien, makin kurang lentur jaringan. Lakukan tindakan terhadap semua jaringan dengan hati – hati.
Penanganan jaringan Penanganan yang kasar menyebabkan cedera dan memperlambat, penyembuhan. Lakukan tindakan terhadap jaringan dengan cermat dan menyeluruh.
Hemorraghie Akumulasi darah menciptakan ruang rugi juga sel – sel mati yang harus disingkirkan.

Area menjadi media       pertumbuhan untuk infeksi.

Pantau tanda – tanda vital.

Amati letak insisi terhadap adanya bukti perdarahan dan infeksi.

Hipovolemia Volume darah yang tidak mencukupi mengarah pada vasokonstriksi dan penurunan oksigen dan nutrient yang tersedia untuk penyembuhan luka Pantau terhadap deficit volume ( kerusakan sirkulasi ).

Perbaiki dengan penggantian cairan sesuai yang diresepkan

Faktor lokal edema

Teknik pembalutan yang tidak adekuat :

Terlalu kecil

Terlalu kencang

Penurunan suplai oksigen melalui gerakan meningkatkan tekanan interstisial pada pembuluh darah

Memungkinkan invasi dan kontaminasi bakteri

Mengurangi suplai oksigen yang membawa nitrien dan oksigen

Tinggikan bagian yang sakit; pasang kompres dingin

Ikuti pedoman untuk teknik pembalutan yang tepat

Defisit nutrisi Sekresi insulin dapat dihambat, sehingga glukosa darah meningkat.

Dapat terjadi penipisan protein – kalori.

Pantau kadar glukosa darah

Berikan suplemen vitamin A dan C sesuai yang diresepkan.

Perbaiki kekurangan; dapat membutuhkan terapi nutrisi parenteral.

Benda asing Benda asing memperlambat penyembuhan Jaga agar luka bebas dari benang balutan, bedak tabur, dan bedak dari sarung tangan
Defisit oksigen

Insufien oksigenasi jaringan

Oksigen yang tidak memadai dapat diakibatkan tidak adekuatnya fungsi paru dan kardiovaskuler juga vasokonstriksi setempat Berikan dorongan unutk napas dalam, berbalik, batuk terkontrol
Penumpukan drainase Sekresi yang menumpuk menggangu proses penyembuhan Pantau system drainase portabel atau tertutup lainnya terhadap ketetapan fungsi.

Lakukan tindakan untuk membuang sekresi yang menumpuk.

Medikasi :

Steroid

Antikoagulan

Antibiotik spectrum luas / spesifik

Dapat menyamarkan adanya infeksi dengan menggangu respon inflamasi normal.

Dapat menyebabkan hemorraghie.

Efektif bila diberikan segera sebelum pembedahan untuk patologi spesifik atau kontaminasi bakteri.

Jika diberikan setelah luka ditutup tidak efektif karena koagulasi intravaskuler.

Wapadalah terhadap kerja / efek medikasi yang diterima pasien

Overaktivitas pasien Menghambat perawatan tepi luka

Mengganggu penyembuhan yang diinginkan

Gunakan tindakan untuk menjaga tepi luka merapat; memplester; membebat; membalut

Anjurkan untuk istirahat

Gangguan sistemik :

Syok hemorraghie

Asidosis

Hipoksia

Gagal ginjal

Penyakit hepar

Sepsis

Ini merupakan depresan fungsi sel yang secara langsumg mempengaruhi penyembuhan luka Ketahuilah sifat dari gangguan spesifik.

Berikan pengobatan yang diresepkan.

Pemeriksaan kultur dapat diindikasikan untuk menentukan antibiotik yang tepat.

Status imunosupresi Pasien lebih rentan terhadap invasi bakteri / virus; mekanisme pertahanan tubuh mengalami kerusakan Berikan perlindungan maksimum untuk mencegah infeksi.

Batasi pengunjung yang menderita demam; lakukan kewajiban mencuci tangan semua staf.

Stressor luka

Muntah

Manuver

Valsava

Batuk kuat mengejan

Menghasilkan tegangan pada luka, terutama torso Berikan dorongan untuk sering berbalik dan ambulasi, dan berikan medikasi anti emetik sesuai yang diresepkan

Bantu pasien dalam membebat insisi

Metode Efektif Menurunkan Insiden Infeksi

Tujuan : mengurangi resiko yang menghambat penyembuhan luka. Insiden infeksi luka lebih sedikit.

Praoperatif :

Hospitalisasi praoperatif singkat

Pengobatan infeksi yang sudah ada

Hindari mencukur rambut

Jika perlu bercukur, dilakukan segera sebelum prosedur pembedahan

Pembersihan menyeluruh bagian yang akan dioperasi; mandi dengan sabun pada malam sebelum dan diulang pembersihan praoperatif dengan bahan antiseptik pada bagian lapangan operasi

Antibiotik profilaktik dengan kasus kontaminasi

Mengurangi pemajanan pasien terhadap infeksi nosokomial.

Infeksi, seperti pernapasan, dapat menimbulkan komplikasi pulmonari.

Makin sedikit tusukan dan potongan pada kulit, makin kecil kesempatan untuk infeksi.

Makin lama jarak antar bercukur dan waktu operasi, makin besar insiden infeksi.

Bakteri residen dan kontaminasi kulit dikurangi sampai minimum.

Intraoperatif :

Pembersihan menyeluruh tempat yang akan operasi untuk membuang flora superficial, kotoran, dan debris

Teknik aseptik yang sempurna

Bedak atau bedak tabur dibersikan dari sarung tangan steril

Perdarahan dikendalikan dengan hemostasis yang sangat cermat

Drainase dieliminasi dalam luka yang bersih

Penutupan ditundah pada luka yang terkontaminasi

Mengurangi resiko mengkontaminasi luka dengan flora kulit pasien.

Segala bentuk pelanggaran dalam teknik dapat menimbulkan infeksi dengan memasukan kontaminan.

Partikel asing dalam luka, seperti bedak tabur atau benang, akan meberikan efek merugikan terhadap proses penyembuhan.

Luka bersih sembuh tanpa infeksi.

Drain berkaitan dengan angka infeksi luka yang lebih tinggi.

Memungkinkan penyembuhan luka dari dasar luka ke bagian eksteroir-sebaliknya,dapat terjadi kantung infeksi

Pascaoperatf :

Teknik aseptik yang cermat selama penggantian balutan

Pembersihan yang menyeluruh pada area sekitar selang drainase

Jauhkan selang – selang dari insisi

Pemulangan dini

Membantu mencegah masuknya mikroorganisme kedalam luka.

Mengurangi pemanjangan pasien terhadap infeksi nosokomial

Balutan

Tujuan dari balutan yang efektif

Balutan dipasangkan diatas luka untuk satu tujuan atau lebih: (1) untuk memberikan lingkungan yang sesuai untuk penyembuhan luka, (2) untuk menyerap drainase, (3) untuk membebat atau mengimobilisasi luka, (4) untuk melindungu luka dan jaringan epitel baru, (5) untuk melindungi luka dari kontaminasi, (6) untuk meningkatkan hemostasis, seperti pada balutan tekanan, dan (7) untuk memberikan kenyamanan mental dan fisik bagi pasien.

Pada beberapa kasus balutan dieliminasi selama periode pascaoperasi segera. Contoh dimana balutan tidak diperlukan adalah laserasi wajah, flaps pedikel, atau tandur kulit pada permukaan yang rata.

Ketika balutan pertama pada insisi luka yang bersih dan kering diangkat, sering kali tidak diganti. Umumnya, balutan pertama pada insisi bersih dan kering dibiarkan ditempatnya sampai tepi luka merapat dan luka menyembuh ( biasanya 24 jam ).

Keuntungan tidak menggunakan balutan apapun termasuk: (1) kondisi yang meningkatkan pertumbuhan organisme ( kehangatan, lembab dan gelap ) dihilangakan; (2) luka dapat diamati setiap saat; (3) pencucian lebih mudah; (4) reaksi terhadap plester dapat dihindari; (5) kenyamanan dan aktivitas pasien ditingkatkan; (6) biaya untuk balutan dikurangi; (7) dampak psikologi dari balutan insisi bedah dikurangi.

May 31, 2009 - Posted by | Bedah Umum

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: